Berlowin's Home
Gombal Awards... PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 01 June 2008 11:04
Isilah cerita Gombal untuk...
Kanda and Dinda in GOMBAL AWARDS - Ajang
kita dapat ber-GOMBAL ria...
Seputar Gombal2an Cinta
Gombal #1
K: Dinda, apakah ayahmu seorang astronot?
D: Bukan Kanda, mengapa?
K: Karena saya dapat melihat Bintang di Matamu

Gombal #2
K: Dinda, apakah ibumu seorang tukang kebun?
D: Bukan Kanda, mengapa?
K: Karena hatiku selalu berBunga di depanmu...

Gombal #3
K: Dinda, tahukah kamu kalau aku pernah tabrakan?
D: Yang benar Kanda, mengapa?
K: Saat bertabrakan dengan kehadiranmu, hatiku begitu tersentuh oleh jiwamu...

Gombal #4
K:Dinda, apakah dirimu selalu seperti ini?
D: Seperti apa Kanda?
K: Seperti menoreh hati hanya dengan melihat wajahmu yang cantik jelita, yang aku serasa tak
cukup pantas untuk memandang dirimu yang begitu mempesona

Gombal #5
D: Kanda, mari kita hentikan saja ini?
K: Hentikan apa Dinda?
D: Hentikan pujian mu yang berlebih pada diriku...
K: Tapi Dinda, saya tidak memuji, hanya membicarakan kenyataan yang aku lihat oleh
mataku sendiri....


 
Hukum Bolak Balik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 02 June 2008 19:22
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan

Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing
 
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (karena capek jadi kuli)

Orang kaya punya duit buat foya-foya,
tapi gak punya waktu
Orang miskin punya waktu buat nyantai,
tapi gak punya duit

Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan
Udah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan

udah keburu tua gak ada tenaga !!!
 
Bihun dan Indomie PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 02 June 2008 19:26
Bihun sangat iri hati terhadap Indomie. Setiap kali bertemu di supermarket mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan Bihun sering mengolok olok Indomie di depan umum, "Dasar kribo jelek hiiih, mentang mentang kuning & gemuk aja orang orang lebih suka sama dia, nggak tau malu."
Hari hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa kebencian. Indomie tetap adem ayem, tidak peduli Bihun mau bilang apa. Pikir Indomie, "Kafilah menggonggong, gue berlalu aah..."
Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama Spaghetti.
Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak, "Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya!! Meskipun di bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu !!!"
 
LETAK PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 02 June 2008 19:26
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yang nggak pernah sekolah
"Be..tadi aye dimarahin ama pak guru."
"Emang loe salah ape Do.."
"Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru."
"Emang loe ditanye ape..?"
"Pak guru tanye..dimana letaknya Washington.. "
"Mangkenye Do..laen kali kalo' loe naroh sesuatu jangan ampe lupe letaknye."
 
Masalah Pendengaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 02 June 2008 19:29
JERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran. "Seberapa burukkah pendengarannya? " tanya dokter.
"Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya."
"Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal pendengarannya. "
Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur.
Dari jarak 6 meter ia berteriak, "Makan apa kita malam ini?"
Tak ada jawaban.
Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama.
Juga tak terdengar jawaban.
Begitu juga pada jarak 3 meter.
Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. "Makan apa kita malam ini?" katanya setengah berteriak.
Istrinya berbalik menghadap Jeri, memelototinya, dan berteriak: "Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING GULING!"
 
Belajar Bahasa Inggris di Kelas PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 29 May 2008 10:18
Dalam sebuah pelajaran bahasa Inggris, seorang guru menguji kemampuan bahasa Inggris muridnya.

Guru: "Billy, buatlah kalimat bahasa Inggris yang diawali huruf 'I'"

Billy: "I is ..."

Guru: "Bukan Billy. Kalau 'I' itu ngga pakai 'is', tapi pakai 'am'. I am ... titik ... titik."

Billy: "Baik .... 'I am the ninth letter of the alphabet'."
 
Pisau Lipat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 02 June 2008 19:30
Kejadian ini terjadi pada suatu hari di tengah hutan, ketika diadakan pendidikan dasar untuk para pencinta alam. Seorang senior (instruktur) menemukan sebuah pisau lipat yang tergeletak di atas tanah. Menurut ketentuan yang berlaku selama pendidikan dasar, barang siapa yang meninggalkan sesuatu selama perjalanan harus dihukum. Senior tersebut dengan segera mengambil pisau lipat tadi dan bermaksud untuk menghukum siswa pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya.
Setelah para siswa berkumpul semua, sang senior dengan nada berwibawa berkata, "Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?"
Tak ada satu pesertapun yang berani menjawab.
Kemudian sang senior menambahkan, "Hayo cepat? saya sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya terukir disitu. Tapi saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!"
Masih tidak ada jawaban dari peserta.
"Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui kesalahannya maka saya akan panggil namanya!!"
Peserta masih saja diam.
Akhirnya sang senior habis kesabarannya, diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia berkata, "Stain... maju ke depan!"
Para siswa saling melirik kalau kalau ada yang maju ke depan.
Karena tidak ada yang maju ke depan si senior berkata lagi, "Saya panggil sekali lagi yang bernama STAINLESS STEEL untuk maju ke depan!!"
 
Kisah Seekor Lalat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 May 2008 22:44

Hari minggu pagi kemarin, di jendela kamar saya nampak seekor lalat yang terbang berputar-putar. Rupanya lalat tersebut berusaha mencari jalan keluar Lalat itu berputar-putar terus dari atas kebawah, dari kiri ke kanan. Saya tergoda untuk mencoba menangkapnya, namun ternyata lalat tersebut cukup lincah untuk mengelak.
Hanya sejenak saya mengamatinya, dan kemudian saya
lupakan karena aktivitas saya cukup padat hari itu. Keesokan harinya, saya tiba-tiba teringat akan lalat tersebut. Sambil minum kopi, saya dekati jendela dimana lalat tersebut terbang kemarin. Di salah satu sudut jendela, saya melihat lalat itu ternyata telah terbaring mati.
Nah, tiga meter dari jendela tersebut ada sebuah pintu yang terbuka lebar. Seandainya lalat tersebut kemarin mau berusaha terbang menuju ke pintu itu, mungkin dia telah menikmati kebebasannya. Namun lalat tersebut mungkin berpikir, bahwa cahaya yang berasal dari jendela lebih menjanjikan kebebasan daripada melalui pintu yang gelap. Dia berusaha keras untuk menembus kaca tersebut. Namun sekeras apapun dia bekerja, tidak akan pernah mungkin bisa
menembus kaca tersebut. Akhirnya lalat tersebut mati karena kehabisan tenaga, mungkin mati dengan rasa penasaran, mengapa cahaya kebebasan yang seolah-olah hanya tinggal sejengkal lagi tidak dapat diraihnya....


Reflection :
Apa makna ilustrasi diatas dalam kehidupan kita ?
Banyak diantara kita yang terjebak dalam kehidupan seperti lalat itu.
Kita berusaha bekerja keras dengan harapan akan mampu mengangkat kehidupan kita ke taraf yang lebih baik.
Tapi semakin kita bekerja keras, semakin kita tidak mempunyai waktu,
untuk diri kita sendiri maupun keluarga. Dan pada satu titik tertentu, mungkin kita akan merasa frustasi, karena semua kerja keras yang kita lakukan tidak bisa memberikan harapan seperti yang kita inginkan.
Terkadang, di dalam kehidupan, bekerja keras saja tidaklah cukup. Kita harus BERUBAH ARAH. Banyak orang berpendapat, bahwa berubah arah berarti berganti pekerjaan atau pindah perusahaan. It's ok. Bagi beberapa orang mungkin bisa memberikan harapan lebih baik. Tapi bagi sebagian orang yang lain, ternyata hanya memberikan harapan semu sementara saja. Karena ternyata di perusahaan yang
baru tersebut, setelah beberapa saat mereka menemukan hal-hal baru yang `menjebak' mereka seperti kisah lalat tersebut. Lalu mereka mulai stress, dan kembali terjebak dalam kehidupan yang semula. Itulah mengapa kita sering melihat di sekeliling kita orang-orang yang setiap saat selalu mencari-cari pekerjaan baru. Mereka yang termasuk dalam kategori ini, bisa diibaratkan lalat tersebut yang berusaha terbang ke kiri-kanan, atas-bawah, tapi selalu menghadapi `kaca' yang selalu menghalangi langkah mereka.

Jika anda berada dalam situasi tersebut, mungkin berubah arah disini berarti PERUBAHAN YANG TERJADI DI DALAM DIRI ANDA, bukan di luar. Bagaimana dengan cara kerja anda, sudahkah anda bekerja secara efektif dan efisien ? Bagaimana dengan pengaturan time management anda ? Bagaimana dengan cara pandang anda terhadap pekerjaan dan perusahaan anda .. Apakah anda sudah memandang dengan cara yang benar ? Apakah anda berpikir bahwa gaji yang anda terima lebih kecil dibanding kerja anda yang berat ? Apakah anda berpikir bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah beban . ataukah sebuah kesenangan ? Apakah anda merasa bangga bekerja di tempat anda sekarang .... ataukah anda lebih suka membicarakan keburukan tempat kerja anda dengan rekan yang lain ? Apakah anda merasa sudah mentok, karena tidak ada kesempatan yang diberikan perusahaan anda untuk naik pangkat ... Ataukah anda berusaha menciptakan kesempatan itu, dengan menciptakan suatu prestasi tertentu, misalnya ?
Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana `pelit'nya perusahaan terhadap anda .. ataukah anda lebih suka memikirkan, bagaimana perusahaan anda bisa tumbuh dan berkembang seperti sekarang ? Apakah anda lebih suka menggosipkan bagaimana rekan anda yang `pandai menjilat' sehingga prestasinya melesat ... Ataukah anda belajar, prestasi apakah yang telah dia ciptakan sehingga cepat maju ?
Rekan-2 sekalian, hanya anda sendiri yang bisa menjawab pertanyaan-2 tersebut. Namun saya ingatkan kembali, bila jalan yang akan anda lalui tertutup oleh `kaca', cobalah untuk melihat ke sudut lain, untuk mencari `pintu' yang akan membawa anda ke kehidupan yang lebih baik.

 
Pengemudi yg Baik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 May 2008 22:57
Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita


Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah : "Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

"Tahu, jangan kuatir ...", jawab Ayah sembari tersenyum.

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"

"Tahu, jangan kuatir ..."

"Benar, tidak kesasar Ayah?"

"Benar, jangan kuatir ...", jawab Ayah tetap dengan sabar.

"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"

"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."

"Terus kalau lapar?"

"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."

"Emang ayah tahu tempat restorannya?"

"Tahu, sayang ..."

"Emang ayah bawa cukup uang?"

"Cukup, sayang ..."

"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"

"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."

"Emang di musium ada toiletnya?"

"Ada, jangan kuatir ..."

"Ayah bawa tissue juga?"

"Bawa, jangan kuatir ...", kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"

"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,
"Kenapa Asa diam, sayang?"

"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia "mengemudikan" hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.
 
Resep Kue Cinta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 May 2008 23:11
Resep kue cinta nih:
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.


BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang.

Tips:
Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan
seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.
- Kue siap dinikmati.

Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa
kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-
teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq !
Selamat menikmati dari 'love' bakery'

 
TERIMA KASIH TUHAN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 31 May 2008 11:17
TERIMA KASIH TUHAN


Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat

menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu

ruang kerja penuh dengan para malaikat.

Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,

" Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan

pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini

begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh

permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang

panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku

berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini

kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke

manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi

betapa sibuknya ruang kerja itu.

Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya

permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor

panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat

kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk

disana, hampir tidak melakukan apapun.

"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku

pelan.

Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?",

tanyaku. "Menyedihkan" , Malaikat-ku menghela napas. " Setelah

manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan

pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?",

tanyaku.

"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'Terima

kasih, Tuhan' ".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku

menjawab,

"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu,

atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari

75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka

engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau membaca pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian

dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan

daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia

ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam

penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan

pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

"Jika engkau masih bisa mencintai ...maka engkau termasuk orang

yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah

seperti orang kebanyakan, engkau unik bila dibandingkan semua

mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. "

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda,

yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau

orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati

daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca

sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan

anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua

teman-teman- mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu

bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.

"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa

kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak

teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".

Semoga!
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 13
Ulti Clocks content

Login Form



Polls

How do you rate my site
 

Contact Support Online

Edwin

Who's Online

We have 4 guests online

Verse Today

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week20
mod_vvisit_counterLast week525
mod_vvisit_counterThis month316
mod_vvisit_counterLast month1715
mod_vvisit_counterAll days11136

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 38.107.191.115
,
Today: Sep 05, 2010

feed-image Feed Entries