Berlowin's Home
|
Written by Edwin
|
|
Wednesday, 27 August 2008 20:17 |
Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah gedung dengan sebuah topi terbalik tergeletak di depannya. Dia memegang kertas yang bertuliskan : "Saya orang buta, tolong saya." Hanya ada beberapa uang koin di dalam topi itu.
Ada seorang laki-laki yang berjalan melintas. Dia mengambil beberapa uang koin dari dalam sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Kemudian dia mengambil kertas yang dipegang anak itu, membaliknya dan menuliskan beberapa kata-kata. Dia mengembalikan kertas itu untuk dipegang lagi oleh si anak laki-laki, sehingga setiap orang yang berjalan melintas dapat membacanya.
Segera topi itu penuh dengan uang koin. Banyak orang yang memberikan uang pada anak laki-laki buta itu.
Sore harinya, laki-laki yang merubah tulisan di kertas itu datang untuk melihat hasilnya. Anak laki-laki buta itu mengenali langkah kakinya dan bertanya, "Apakah Anda yang tadi pagi merubah tulisan yang saya pegang ini? Apa yang Anda tulis?"
Laki-laki itu menjawab, "Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya hanya mengatakan apa yang terjadi padamu tetapi dengan cara yang berbeda."
Tulisan laki-laki itu berbunyi: "Hari ini adalah hari yang indah, tapi saya tidak bisa melihatnya."
* * * * *
Apakah anda berpikir bahwa tulisan mula-mula dan yang kedua mengatakan hal yang sama?
Tentu saja keduanya mengatakan bahawa anak laki-laki itu buta. Tetapi tulisan pertama menyebut dengan langsung bahwa anak laki-laki itu buta. Sedangkan tulisan kedua menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka sangat beruntung karena mereka tidak buta. Akankah kita heran bila tulisan kedua memberikan hasil yang lebih efektif?
* * * * *
Moral dari cerita : Bersyukurlah atas apa yang anda miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpkikirlah dengan cara yang berbeda dan secara positif.
Ajak orang lain ke dalam hal yang baik melalui kebijaksanaan. Jalani hidup dengan tanpa mengeluh dan penyesalan. Saat hidup memberikan 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa anda memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. Hadapi masa lalumu tanpa penyesalan. Jalani hari ini dengan keyakinan. Persiapkan masa dengan tanpa ketakukan. Pegang teguh iman dan buanglah kekuatiran.
Orang besar berkata, "Hidup adalah sebuah proses yang berkesinambungan dari perbaikan dan rekonstruksi, membuang kejahatan dan membangun kebaikan ... Di dalam perjalanan kehidupan, jika anda ingin menjalani tanpa kekuatiran, anda harus memiliki tiket dari sebuah sebuah suara hati yang baik."
Hal yang terindah adalah saat bisa melihat orang lain tersenyum ... dan yang lebih indah yaitu bahwa anda adalah orang di balik senyuman itu! |
|
|
Kevin Mitnick, Best Social Engineering |
|
|
|
|
Written by Edwin
|
|
Sunday, 24 August 2008 23:48 |
|
Seperti di liput oleh George Craciun, seorang Editor berita security pada hari Rabu lalu untuk Softpedia, diketahui Kevin Mitnick lebih sering menggunakan teknik Social Engineering dibandingkan menggunakan software spesial untuk hacking . Inilah mengapa dia selalu memperoleh password dan kode tertentu yang nantinya digunakannya untuk melakukan hacking ke jaringan suatu perusahaan. Hacking terkenal yang pernah dilakukannya yaitu pada perusahaan Nokia, Sun Microsystems, Fujitsu Siemens dan Motorola. Setelah menghabiskan waktu selama 5 tahun di penjara federal untuk aksi kriminalnya, Mitnick dengan tegas menyatakan perubahan diri dan sekarang ia bekerja sebagai konsultan keamanan, yang akan membagi ilmu yang telah ia pelajari mengenai IT security kepada dunia.
Pada tahun 70-an, hukum tidak melingkupi hacking, jadi tidak ada hukuman untuk itu. Ketika peraturan mengenai hacking dikeluarkan pada 1980, orang-orang melakukan hacking untuk sebuah pengakuan, bukan untuk maksud yang jahat. “Dimana tidak ada motivasi untuk uang, maksud jahat, penyebaran ataupun penghapusan data”, seperti yang dikutip oleh Craciun.
Ketika Mitnick melakukan hacking, ia tidak mengira akan berakhir di penjara. Hukum yang berlaku dan kode etik dapat menjadi penghalang bagi para hacker dari jalan yang salah dan menjauhkan mereka dari masalah. Mitnick menganjurkan bagi para hacker pemula untuk belajar dari kesalahannya.
Isu mengenai security masih dianggap enteng bagi beberapa perusahaan. Ketika Mitnick menemukan sebuah celah keamanan sebagai jalan untuk melakukan proses hacking ke jaringan sebuah perusahaan, masalah utamanya tidak ada yang memperbaiki celah keamanan tersebut. Hukum mengatakan kepada semua organisasi untuk melakukan audit terhadap keamanan, tetapi terlihat para audit tidak memberikan penyelesaian bagi isu keamanan perusahan itu sendiri.
Mitnick memberikan nasehat, jika kamu mempunyai skill dalam hacking, cobalah untuk mendapatkan pekerjaan yang legal dari IT security. Lanjutnya “Sekarang aku melakukan hal yang sama, dimana dulu hal ini menyebabkan aku mendapat masalah, tetapi sekarang aku melakukannya dengan otoritas resmi. Klien meminta ku untuk menyusup ke jaringan mereka, jadi mereka dapat melihat dan memperbaiki celah keamanan yang ada. Bagi ku, ini hal yang sama, tetapi hal ini untuk membantu klienku dan ini legal serta beretika”.
Melakukan penetrasi terhadap keamanan selalu terjadi ketika “orang jahat” telah berhasil memperoleh suatu informasi atau dokumen yang terlihat tidak penting, jadi setiap hari orang-orang penting di organisasi perusahaan tidak melihat alasan mengapa informasi atau dokumen tersebut perlu di lindungi dan dibatasi padahal hal tersebut sangat riskan untuk diketahui umum, seperti yang diungkapkan Mitnick pada bukunya “The Art of Deception”
|
|
Kevin Mitnick, Legenda Hacker |
|
|
|
|
Written by Edwin
|
|
Sunday, 24 August 2008 23:37 |
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America's Most Wanted Hacker.
Kecanduan Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan untuk membobol komputer lain melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation. Setiap kali membobol komputer yang dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat. Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki, 'kecanduan pada komputer yang tidak bisa dihentikan'. Ia diganjar 1 tahun penjara.
Di penjara Mitnick mendapatkan pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama samaran 'the condor', sudah semakin membesar. Reputasinya sebagai seorang penjahat komputer juga semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc, penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa menyusup kedalam komputer hanya dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon, ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman di Lompoc.
Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi, namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja sebagai pendulang informasi untuk kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk kabur.
Hacking The Human Side
Keahlian Mitnick sebagai hacker tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia, proses yang terlibat serta teknologi yang digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting, semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan manusiawi.
Kemampuan Mitnick paling baik diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online Slasdot.org
"Pada satu kesempatan, saya ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor (telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya berusahan dengan menghubungi Customer Service dan perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama sistemnya."
"Setelah itu saya kembali menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana? Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan melaporkan telepon telepon ini pada keamanan."
"Karena saya mencatat namanya, saya membawa sorang teman dan memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya meminta teman itu untuk menyamar sebagai 'penyelidik keamaman' untuk mencatat laporan dari petugas Customer Service dan berbicara dengan petugas tadi. Sebagai 'penyelidik' ia mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha mendapatkan informasi pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon tadi, 'penyelidik menyakan apa informasi yang diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor Foncard. 'penyelidik' bertanya, memang berapa nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops. Kasus selesai"
Buron
Sebaga i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya. Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon digunakan untuk mendapatkan identitas baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama sebagai 'Ninja Cyber' yang konon bisa membobol komputer Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer, bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas dari peran media massa. Secara khusus adalah serangkaian artikel sensasional dari John Markoff yang dimuat di New York Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum lainnya. Artikel Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan, menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya. Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari berita sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI, Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan terpadu.
"Operator seluler melakukan pencarian dalam database penagihan mereka terhadap dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area panggilan dan nomor MIN (mobile identification number) yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope 2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan.
Dua minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan lusinan U.S Marshall dan FBI.
Empat Setengah Tahun Digantung
Setelah tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan. Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini benar-benar membuat Mitnick frustasi.
Selama dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat misil meluncur hanya berbekal laptop atau telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem dan kemampuan jaringan apapun.
Mitnick pada akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar, karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan mereka.
Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara , 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1 tahun lagi sisanya.
Ia dibebaskan pada tahun 2000 dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia menggunakan Internet lagi untuk pertama kalinya.
Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur Mitnick. |
|
Last Updated on Sunday, 24 August 2008 23:42 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 30 May 2008 10:12 |
|
CINA VS ARAB Konon ada sepasang sahabat cina dan arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si cina jadi sinse, dan si arab menjadi tabib. Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinse mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinse. Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya : "Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat" Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinse sewot lalu mencari akal. "Haiyaaa, lumayan kalo owe pura-pura sakit dan tidak sembuh dapat uang lha..... (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib. Si Sinse : Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa.... Si Tabib : Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan. Lalu si tabib memanggil asistennya. Si Tabib : Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14. Secepat mungikin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib di berikan kepada si sinse. Dan si sinse langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut. Si Sinse : Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam. Si Tabib : Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi. Si sinse pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis Si Sinse : Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe. Si Tabib : Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali. Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten. Si Tabib : Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14. Si Sinse : Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa... Owe ridak mau..... Si Tabib : Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente sudah kembali. Tinggal si sinse pulang sambil menggerutu. |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 31 May 2008 11:29 |
1354. RABIES ======
Seorang pengusaha yang gigih merasa sangat sakit dan pergi ke dokter. Si dokter memeriksanya dan kemudian berkata, "Sebelumnya aku minta maaf, kamu mengidap rabies yang sudah parah. Kamu pasti sudah lama mengidap penyakit ini. Penyakitmu sudah tidak dapat disembuhkan.
"Punya bolpoin dan kertas, Dok?" tanya pengusaha itu.
"Apa kamu mau menulis harapan terakhirmu?"
"Tidak, aku mau membuat daftar siapa-siapa saja yang mau kugigit."
--------------------------------------------------------------------- "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan." (Galatia 5:15) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Galatia+5:15 > --------------------------------------------------------------------- Sumber: Buffalosjokes
1355. SENDIRIAN =========
Sandy memulai pekerjaannya sebagai konselor sekolah SD dengan penuh semangat. Suatu hari saat istirahat, ia melihat seorang gadis berdiri sendirian di pinggir lapangan sementara yang lainnya bergembira bermain sepak bola.
Sandy mendekatinya dan menanyakan apa ia baik-baik saja.
Gadis itu mengatakan kalau ia baik-baik saja.
Sesaat kemudian, Sandy melihat kalau gadis itu masih berdiri di tempat yang sama sendirian.
Sandy mendekatinya lagi dan bertanya, "Apa kamu mau jadi temanku?" Meski awalnya ragu, kemudian gadis itu berkata "okay" sambil melihat Sandy dengan penuh curiga.
Merasa apa yang dilakukannya baik, Sandy kemudian bertanya, "Mengapa kamu berdiri sendirian di sini?" "Karena," kata gadis itu jengkel, "saya penjaga gawang!"
--------------------------------------------------------------------- "Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang." (1Tesalonika 5:14) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Tesalonika+5:14 > --------------------------------------------------------------------- Kiriman: Abelicia <licia19907(at)xxxx>
1356. CATATAN KRIMINAL ================
Seorang pelamar sedang mengisi sebuah formulir saat ia melamar kerja.
Saat ia sampai pada pertanyaan, "Apa Anda pernah dipenjara?" Ia menjawab, "Tidak."
Pertanyaan berikutnya ditujukan untuk yang telah menjawab pertanyaan sebelumnya tadi, "Mengapa?"
Si pelamar menjawabnya, "Karena belum ketahuan."
--------------------------------------------------------------------- Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui." (Amsal 10:9) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Amsal+10:9 > --------------------------------------------------------------------- |
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 01 June 2008 11:04 |
Isilah cerita Gombal untuk... Kanda and Dinda in GOMBAL AWARDS - Ajang kita dapat ber-GOMBAL ria... Seputar Gombal2an Cinta Gombal #1 K: Dinda, apakah ayahmu seorang astronot? D: Bukan Kanda, mengapa? K: Karena saya dapat melihat Bintang di Matamu
Gombal #2 K: Dinda, apakah ibumu seorang tukang kebun? D: Bukan Kanda, mengapa? K: Karena hatiku selalu berBunga di depanmu...
Gombal #3 K: Dinda, tahukah kamu kalau aku pernah tabrakan? D: Yang benar Kanda, mengapa? K: Saat bertabrakan dengan kehadiranmu, hatiku begitu tersentuh oleh jiwamu...
Gombal #4 K:Dinda, apakah dirimu selalu seperti ini? D: Seperti apa Kanda? K: Seperti menoreh hati hanya dengan melihat wajahmu yang cantik jelita, yang aku serasa tak cukup pantas untuk memandang dirimu yang begitu mempesona
Gombal #5 D: Kanda, mari kita hentikan saja ini? K: Hentikan apa Dinda? D: Hentikan pujian mu yang berlebih pada diriku... K: Tapi Dinda, saya tidak memuji, hanya membicarakan kenyataan yang aku lihat oleh mataku sendiri....
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 02 June 2008 19:22 |
|
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta. Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing Orang kaya mampu beli ranjang enak, tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak, tapi bisa tidur enak (karena capek jadi kuli) Orang kaya punya duit buat foya-foya, tapi gak punya waktu Orang miskin punya waktu buat nyantai, tapi gak punya duit Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan Udah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan udah keburu tua gak ada tenaga !!!
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 02 June 2008 19:26 |
Bihun sangat iri hati terhadap Indomie. Setiap kali bertemu di supermarket mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan Bihun sering mengolok olok Indomie di depan umum, "Dasar kribo jelek hiiih, mentang mentang kuning & gemuk aja orang orang lebih suka sama dia, nggak tau malu." Hari hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa kebencian. Indomie tetap adem ayem, tidak peduli Bihun mau bilang apa. Pikir Indomie, "Kafilah menggonggong, gue berlalu aah..." Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama Spaghetti. Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak, "Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya!! Meskipun di bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu !!!" |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 02 June 2008 19:26 |
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yang nggak pernah sekolah "Be..tadi aye dimarahin ama pak guru." "Emang loe salah ape Do.." "Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru." "Emang loe ditanye ape..?" "Pak guru tanye..dimana letaknya Washington.. " "Mangkenye Do..laen kali kalo' loe naroh sesuatu jangan ampe lupe letaknye." |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 02 June 2008 19:29 |
JERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran. "Seberapa burukkah pendengarannya? " tanya dokter. "Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya." "Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal pendengarannya. " Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur. Dari jarak 6 meter ia berteriak, "Makan apa kita malam ini?" Tak ada jawaban. Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama. Juga tak terdengar jawaban. Begitu juga pada jarak 3 meter. Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. "Makan apa kita malam ini?" katanya setengah berteriak. Istrinya berbalik menghadap Jeri, memelototinya, dan berteriak: "Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING GULING!" |
|
Belajar Bahasa Inggris di Kelas |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 29 May 2008 10:18 |
Dalam sebuah pelajaran bahasa Inggris, seorang guru menguji kemampuan bahasa Inggris muridnya. Guru: "Billy, buatlah kalimat bahasa Inggris yang diawali huruf 'I'" Billy: "I is ..." Guru: "Bukan Billy. Kalau 'I' itu ngga pakai 'is', tapi pakai 'am'. I am ... titik ... titik." Billy: "Baik .... 'I am the ninth letter of the alphabet'." |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 7 of 13 |
|
Newsflash
| Berterima Kasihlah untuk yg sedikit, maka Anda akan mendapatkan yg banyak |
|
|
|
Other Menu
Contact Support Online
Edwin berlowin gmail.com
Who's Online
We have 6 guests online
Verse Today
|